Archives May 2025

KOK BISA? CHINA BANGUN KOTA FUTURISTIK DALAM WAKTU YANG SINGKAT – INI RAHASIANYA

Oke Rekan Sense, Coba deh bayangin ini dulu.

Rekan Sense lagi jalan-jalan di Tengah kota. Tapi bukan kota biasa. Gedung-gedungnya tinggi banget, bentuknya tidak lazim – ada yang mirip cincin, ada yang mirip gelembung, bahkan ada jembatan melingkar yang mirip seperti gelang raksasa. Semuanya menyala, ada yang memakai tenaga surya, ada juga yang bisa “mengatur suhu sendiri”. Terdengar seperti film-film sci-fi yang sering Rekan Sense nonton kan?

Tapi ini bukan CGI. Ini nyata. Inilah yang sedang terjadi di banyak kota besar di China hari ini.

KENAPA CHINA?

Satu pertanyaan yang sering muncul: Kenapa China bisa secepat itu bangun Gedung-gedung yang kelihatannya “dari masa depan”?

Jawaban sederhananya?

Ambisi. Skala. Eksekusi.

China itu negara yang kalau Rekan Sense punya ide, langsung gas! Tidak pakai banyak wacana, dan karena mereka punya resources yang besar – dari sisi dana, tenaga kerja, sampai teknologi – hal yang di negara lain butuh 10 tahun, di China bisa kelar dalam waktu 2 tahun.

Tapi bukan hanya soal cepat. Mereka juga berani beda. Desain-desain yang mungkin dianggap “aneh” di negara lain, disana justruk diberikan lampu hijau.

ARSITEKTUR FUTURISTIK ITU BAGAIMANA SIH?

Gampangnya, ini bukan hanya sekedar gedung tinggi.

Futuristik itu lebih ke arah bentuk yang tidak konvensional, teknologi yang menyatu dengan struktur, dan fungsi yang disesuaikan sama gaya hidup masa depan. Jadi bukan cakep diluar, tapi juga smart di dalam.

Contohnya:

  • Memakai AI untuk mengatur suhu ruangan otomatis
  • Memiliki panel surya yang bisa menyimpan energi buat seharian
  • Desainnya membantu sirkulasi udara alami, hemat listrik
  • Bahkan ada yang punya taman vertikal untuk menyerap CO2

Jadi bukan hanya untuk gaya-gayaan saja yaa Rekan Sense.

doc: pinterest

GEDUNG-GEDUNG DI CHINA YANG “IMPOSSIBLE”

Supaya tidak hanya teori saja, ini Minsense kasih beberapa contoh bangunan yang bener-bener mind-blowing:

Shanghai Tower

Gedung tertinggi kedua di dunia. Tapi yang keren bukan hanya tingginya, tapi cara dia “bernapas”. Struktur spiralnya mengurangi tekanan angin, lalu fasad ganda-nya membuat sirkulasi udara lebih efisien. Bahkan ada turbin angin untuk supply listrik sendiri.

doc: pinterest

Galaxy SOHO – Beijing

Gedung ini bentuknya seperti gelembung-gelembung besar yang menyatu. Desainnya halus, mengalir, tanpa sudut tajam.

doc: pinterest

Phoenix Internasional Media Center

Bayangkan DNA yang diputer, kira-kira begitulah bentuk gedung ini. Dibuat dari logam dan kaca melengkung, dan dari jauh kelihatan seperti benda alien tersangkut di kota. Tapi ini adalah kantor media.

doc: pinterest

Forest City – Liuzhou

Bayangkan ini Rekan Sense, satu kota penuh dengan gedung bertingkat, tapi semua ditutupin tanaman. Literally. Fungsinya buat menyerap polusi dan bikin udara lebih bersih. Ini bukan render ya, ini beneran dibangun loh.

doc: pinterest

BAGAIMANA BISA SECEPAT ITU?

Ada 3 faktor besar yang bikin China bisa lari sekencang ini:

Ada 3 faktor besar yang bikin China bisa lari sekencang ini:

Dukungan Pemerintah Total

Pemerintah China mengeluarkan dana besar untuk mendorong kota-kota baru. Bahkan beberapa kota dibangun dari nol, seperti kota Xiong’an. Mereka tidak hanya dikasih izin, tetapi juga tantangan: Bikin yang berbeda, bikin kota yang smart.

Kolaborasi Global

Banyak arsitek top dunia diajak bekerja sama seperti Zaha Hadid, Norman Foster, dll. Tetapi bukan Cuma itu, arsitek lokal juga diberi kesempatan untuk mengeksplorasi desain yang gila. Jadi di setiap bangunan ada campuran unsur global dan lokal.

Fast Mentality

Culture di China itu: “Kalau bisa sekarang, Kenapa harus tunggu?”

Pekerjaan jalan 24 jam, proyek bisa dikebut tanpa kompromi kualitas. Inilah kenapa satu kota bisa berubah secara drastis hanya dalam waktu 5 tahun.

BAGAIMANA DENGAN SUSTAINABILITY?

Nah ini penting, banyak yang berpikir gedung futuristik itu hanya untuk flexing. Tetapi sebenarnya banyak proyek di China sekarang fokus ke green architecture.

Contoh:

  • Gedung memakai sistem daur ulang air hujan
  • Memakai material lokal yang bisa didaur ulang
  • Fasad hijau yang menurunkan suhu didalam kota
  • Bahkan beberapa gedung bisa menghasilkan energi lebih banyak daripada yang dipakai

Ada juga yang disebut “vertical forest– gedung yang punya ribuan tanaman, yang bisa menyerap CO2 ratusan ton per tahun. Jadi ini tidak hanya suatu hal yang keren, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan.

doc: pinterest

PELAJARAN BUAT Indonesia

Nah ini menarik, apa sih yang bisa Rekan Sense pelajari dari China?

Berani Berpikir Besar

Kadang kita buru-buru berpikir, “Ah, ini terlalu susah!”. Padahal kalau ide-nya bagus dan impact-nya besar, harusnya dikejar, bukan ditunda.

Buka Ruang Eksplorasi Buat Anak Muda & Arsitek Lokal

Banyak gedung-gedung keren di China justru datang dari tim-tim muda. Indonesia juga memiliki banyak bakat yang bisa dikembangkan, hanya tinggal diberikan panggung dan kepercayaan untuk membuktikannya.

Integrasi Teknologi + Desain Lokal

Jangan hanya ikut-ikutan dengan desain dari luar. Menggabungkan budaya lokal kita dengan teknologi masa kini. Itu yang akan membuat arsitektur Indonesia berbeda dan memiliki identitasnya sendiri.

BAGAIMANA Indonesia BISA MULAI MEMBANGUNG ARSITEKTUR FUTURISTIK (TANPA HARUS MEMBAKAR MILIARAN)?

Salah satu anggapan paling umum soal arsitektur futuristik adalah “Mahal. Butuh modal besar. Hanya bisa dilakukan negara-negara besar seperti China/Amerika.”

Padahal kenyataannya, banyak prinsip dari desain futuristik yang bisa diadopsi bahkan di skala kecil – asal strateginya tepat.

Berikut ini langkah-langkah yang bisa mulai diterapkan, bahkan oleh pemda, pengembang lokal, atau arsitek muda yang baru memulai.

Step 1: Mengubah Mindset dari “Mahal” ke “Inovatif”

Futuristik bukan berarti full LED, AI, atau robot dimana-mana.

Terkadang yang membuat suatu desain futuristik itu adalah cara berpikirnya, bukan teknologinya.

Misal:

  • Memakai ventilasi silang alami -> bangunan dingin tanpa AC
  • Desain fasad miring -> Membikin pencahayaan alami masuk dengan maksimal
  • Atap hijau atau mini vertical garden -> menyerap panas, membuat ruangan menjadi dingin, ini semua tidak butuh teknologi mahal. Tetapi efeknya cukup masif membuat kenyamanan dan efisiensi energi.
doc: Pinterest

Step 2: Manfaatkan Material Lokal Secara Kreatif

Kita punya bambu, batu alam, rotan, kayu jati, tanah liat – semua ini bisa menjadi elemen arsitektur futuristik apabila dipakai dengan pendekatan desain yang modern.

Contoh:

  • Dinding bambu berlapis, dikombinasikan dengan kaca
  • Atap daun kelapa model baru yang tahan panas
  • Struktur modular dari bata press daur ulang

Selain hemat biaya, ini juga ramah lingkungan dan memberikan identitas lokal yang kuat.

doc: pinterest

Step 3: Prioritaskan Fungsi dan Adaptabilitas

Salah satu ciri arsitektur masa depan adalah fleksibilitas ruang.

Bangunan harus bisa berubah fungsi sesuai kebutuhan.

Contoh:

  • Ruang kerja siang hari -> jadi ruang belajar malam hari
  • Teras rumah -> bisa dilipat jadi mini co-working space
  • Tangga luar -> bisa jadi tempat duduk komunitas

Desain multifungsi ini bisa dibuat tanpa biaya tinggi, tapi dengan kreativitas arsitek dan tukang lokal.

doc: Pinterest

Step 4: Start Small, Show Proof

Tidak perlu langsung membikin kota baru, cukup mulai dari satu unit:

  • Satu sekolah dengan konsep green building.
  • Satu taman umum yang memakai desain modular dan lampu tenaga surya.
  • Satu halte bus dengan panel surya + Integrasi smart schedule.

Kalau berhasil, duplikasinya akan jauh lebih gampang dan terstruktur. Investor dan pemerintah daerah pun akan lebih percaya untuk support.

doc: Pinterest

Step 5: Libatkan Anak Muda dan Komunitas

Banyak arsitek muda di Indonesia punya ide-ide menarik yang futuristik banget, tapi tidak diberikan ruang untuk berkembang. Padahal mereka ini yang justru berani untuk bereksperimen.

Solusinya?

  • Bikin kompetisi desain publik.
  • Kolaborasi antara kampus, pemerintah kota, dan pengembang.
  • Pameran desain arsitektur low-budget tapi high-concept.

Melibatkan komunitas juga penting, karena apabila warga mengerti visi desainnya, mereka juga akan ikut untuk menjaga dan merawat.

Intinya?

Membangun masa depan itu tidak harus mahal. Tetapi harus berani berbeda.

Rekan Sense bisa mulai dengan skala kecil, memakai apa yang kita punya, dan menunjukkan bahwa desain yang keren, hemat energi, dan adaptif bukan hanya bisa dilakukan oleh negara kaya – tetapi juga bisa lahir dari desa, kampung, atau kota kecil di Indonesia.

KENAPA ARSITEKTUR DAN INTERIOR DESIGN LEBIH DARI YANG KITA KIRA (DAN BAGAIMANA MEREKA DIAM-DIAM MENGUBAH HIDUP KITA)

Halo Rekan Sense semua! Kembali lagi nih dengan MinSense di Kabar Sense! Bagaimana kabarnya Rekan Sense semua? MinSense harap semuanya sehat-sehat dan baik-baik semua ya! Hari ini Rekan Sense mau bahas soal kenapa arsitektur dan interior lebih dari yang kita kira. Kadang pasti Rekan Sense berpikir kalau Arsitektur dan Interior Desain itu pasti hanya buang-buang uang. Buat suatu bangunan cukup dari referensi online diberikan ke mandor semua sudah beres. Tetapi sebenarnya Rekan Sense Arsitektur & Interior Desain itu tidak hanya memikirkan soal desain tetapi juga memikirkan soal kenyamanan dari Rekan Sense semua. Yuk Simak bareng-bareng sekiranya kenapa Arsitektur dan Interior Desain lebih dari yang kita kira?

doc: pinterest

Kalau Rekan Sense berpikir bahwa arsitektur itu hanya soal “bangunan keren” dan interior desain itu soal “warna sofa yang matching”, Rekan Sense harus membaca artikel ini sampai habis. Karena kenyataannya, tanpa kita sadari, bahwa dunia arsitektur dan interior desain dalam ruang itu sudah mengatur mood, produktivitas, bahkan kualitas hidup kita sehar-hari. Ini bukan hanya sekadar teori semata, tetapi sebuah fakta.

RUMAH BUKAN SEKADAR TEMPAT TINGGAL

Coba deh Rekan Sense pikir: Kenapa yaa kalau pulang ke rumah itu rasanya adem, nyaman, lega? Bukan hanya karena ada kasur empuk. Tetapi karena “flow” ruangan, arah sinar matahari, sirkulasi udara, dan pilihan warna dari rumah Rekan Sense sudah diatur (entah disengaja atau tidak disengaja) buat bikin Rekan Sense betah.

Rumah yang desainnya asal-asalan bisa bikin stress tanpa disadari. Cahaya terlalu gelap membuat otak malas untuk produktif. Layout ruangan yang berantakan bikin otak kita terasa penuh. Akhirnya, kita mudah capek dan bad mood.

Arsitektur dan Interior desain yang baik itu seperti background music di film. Tidak seberapa disadari, tetapi ngefek banget ke emosi.

doc: Pinterest

KANTOR YANG SALAH DESAIN = PRODUKTIVITAS HANCUR

Kenapa di beberapa kantor startup orang bisa bekerja dengan santai tetapi tetap produktif? Karena ruangannya memang didesain untuk mendukung hal tersebut.

  • Banyak area terbuka = mendorong kolaborasi
  • Ada zona chill = memberikan ruang untuk otak bisa “reset”.
  • Natural Lighting = Mengurangi stress di mata.

Sebalikya, apabila kantor dengan kubikel kecil, lampu neon yang menyilaukan, dan dinding abu-abu kusam? Selamat datang di dunia burnout!

Maka dari itu sekarang banyak perusahaan-perusahaan besar rela invest besar-besaran redesign kantor mereka. Karena mereka tahu, desain ruang kerja itu bukan soal gaya, tetapi soal performa manusia didalamnya.

doc: pinterest

MALL, CAFE, HOTEL: KENAPA REKAN SENSE BISA “BETAH” DI TEMPAT TERTENTU

Pernah tidak, Rekan Sense masuk ke sebuah kafe dan langsung ngerasa nyaman? Atau masuk ke hotel dan langsung “WAH” bahkan sebelum check-in?

Ini bukan suatu kebetulan Rekan Sense. Semua itu hasil kerja tim arsitek dan interior desainer:

  • Aroma ruangan dipilih dengan strategi tertentu (ya, ternyata selama ini kita telah dimanipulasi tanpa disadari)
  • Musik latar diatur sehingga mengatur ritme pergerakan orang-orang
  • Warna cat, tekstur sofa, bahkan jarak antar meja dihitung untuk memengaruhi perilaku Rekan Sense

Desain interior yang bagus itu bisa “ngomong” tanpa kata-kata. Mengajak Rekan Sense untuk merasakan, berpikir dan bertindak sesuai skenario yang sudah dirancang.

doc: pinterest

DESAIN KOTA MENENTUKAN GAYA HIDUP

Ini level yang lebih besar lagi: Urban Design alias desain kota.

Kota yang pedestrian-friendly (contoh: Tokyo, Kopenhagen) membuat wargaya jalan kaki lebih banyak, otomatis warganya lebih sehat. Kota yang penuh taman dan ruang terbuka hijau bikin warganya lebih happy dan minim stress.

Sebaliknya, kota yang terlalu car-oriented, minim trotoar, panas karena kurang pohon, membuat orang jadi malas bergerak, gampang emosi, bahkan kualitas sosialnya menurun.

Sekali lagi, ini bukan hanya masalah “tata kota”. Ini soal kualitas hidup jutaan orang.

doc: pinterest

ARSITEKTUR MASA DEPAN: BUKAN SEKADAR “FUTURISTIK”, TETAPI “HUMANISTIK”

Saat ini tren yang sedang beredar dalam dunia arsitektur dan interior desain adalah “human-centered design”. Fokusnya bukan lagi “seberapa megah” atau “seberapa canggih”, tapi:

  • Bagaimana bangunan ini membantu manusia merasa lebih terhubung.
  • Bagaimana ruang ini bisa fleksibel mengikuti gaya hidup baru.
  • Bagaimana desain ini bisa ramah lingkungan, hemat energi, dan mendukung kesehatan mental.

Contohnya:

  • Co-working space yang layoutnya fleksibel.
  • Rumah modular yang bisa diubah bentuk sesuai kebutuhan keluarga.
  • Gedung pencakar langit dengan taman vertikal untuk menyerap polusi.

Jadi masa depan arsitektur itu bukan soal robot dimana-mana, tetapi soal bikin ruang yang bikin manusia bisa hidup lebih baik.

doc: pinterest

Indonesia PUNYA POTENSI BESAR

Kalau Rekan Sense lihat ke Indonesia, sebenarnya potensi untuk mengembangkan arsitektur dan desain yang keren itu besar banget.

Kita punya:

  • Material lokal yang kaya (bambu, kayu tropis, batu alam)
  • Kultur hidup sosial yang kuat (cocok buat communal spaces)
  • Iklim tropis yang bisa dieksplorasi buat desain pasif hemat energi

Tinggal Rekan Sense berani atau tidak untuk:

  • Meninggalkan desain copy-paste dari luar
  • Memberi ruang eksperimen untuk arsitek muda
  • Investasi lebih serius di bidang pembangunan yang berkelanjutan

Kalau ini bisa dilaksanakan, bukan tidak mungkin untuk Indonesia bisa menjadi contoh negara dengan desain kota yang manusiawi, alami, dan futuristik.

doc: pinterest

PENUTUP: MULAI MELIHAT SEKELILING DENGAN PANDANGAN BARU

Next time Rekan Sense masuk ke cafe, kantor, hotel, atau bahkan hanya jalan kaki di trotoar, coba perhatikan sekeliling.

  • Kenapa jendela itu ukurannya segitu?
  • Kenapa lampunya warm, bukan putiih?
  • Kenapa jalur pejalan kaki belok dulu sebelum ke pintu masuk?

Semua itu bukan kebetulan. Semuanya desain.

Dan semua desain itu, diam-diam, mengatur mood, pikiran, bahkan keputusan kita.

Arsitektur dan desain interior itu seperti pemain musik latar belakang di hidup kita. Tidak kelihatan did depan, tapi kunci dari suasana, dan kalau Rekan Sense ingin hidup yang lebih baik, sehat, produktif, dan bahagia, Rekan Sense harus mulai peduli sama “musik latar belakang” ini.

               Jadi, jangan pernah lagi menganggap remeh “desain”. Karena tanpa kita sadari, hidup kita dibentuk olehnya setiap hari.