Desain Interior bertema Luxury adalah
desain yang
diaplikasikan pada hunian dan ruangan
yang mewah dan properti komersial
seperti hotel, restaurant yang memiliki target pasar masyarakat dengan ekonomi atas. Jenis desain interior ini berfokus pada penggunaan furnitur mahal, barang antik
dan glamor,
serta karya seni yang mewah.
Desain interior dengan tema luxury mempunyai ciri yaitu
menggunakan bahan dengan kualitas yang baik dan dibuat dengan teknik yang baik
pula, material logam dan reflektif, menggunakan produk dari desainer terkenal,
dan memiliki nilai estetis yang lebih dari nilai fungsinya. Seperti plafon yang
menggunakan up ceiling dan lampu gantung sebagai elemen estetis, dinding dengan
partisi berupa pipa kayu yang disusun secara vertikal, furnitur dengan bentukan
sederhana, pemakaian material dengan warna emas, dan penggunaan warna netral
pada sebagian besar elemen interior yang ada.
Lalu apa saja sih element-element yang digunakan untuk
konsep nluxury:
- Aplikasi Plafon
Konsep plafon artwork
atau lampu gantung yang akan menjadi titik fokus dari ruangan, penggunaan kayu
balok yang disusun secara paralel dan naik turun sehingga menunjukkan
ketinggian yang berbeda. Pada area privat seperti kamar bisa menggunakan down
light biasa dengan plafon yang terbuat dari material kayu ataupun permainan
plafon yang dibuat naik-turun dan menggunakan hidden lamp. Sebagai aksentuasi
di tengah ruangan sebaiknya menggunakan chandelier dengan bentuk yang unik
namun tetap sederhana.
- Aplikasi Dinding
Dinding menggunakan material
kayu-kayuan yang difinish natural sehingga seratnya terlihat dengan sedikit
aplikasi metal atau permukaan yang glossy. Sedangkan di bagian tertentu
menggunakan kaca atau permukaan yang glossy supaya ruangan terlihat lebih luas.
Penggunaan divider yang berbentuk
pipa vertikal dengan ketebalan yang berbeda-beda juga bisa diaplikasikan untuk
memberi kesan pemecah ruangan tanpa harus menutup semua pandangan ke arah lain.
Pada area service dan privat,
penggunaan panel dari material kayu atau material gloss juga bisa diterapkan
pada dinding.
Desain lantai menggunakan material
marmer dan granit dengan permukaan glossy sehingga menambah kesan mewah. Di
bagian lain bisa menggunakan granit bermotif kayu.
Penggunaan pola lantai juga
sangat dianjurkan untuk membedakan area tertentu, dan supaya ruangan tidak
terlihat monoton. Sedangkan untuk area yang menyediakan area duduk berkelompok seperti
lounge, menggunakan karpet dengan motif sederhana yang ukurannya hanya seluas
area kelompok tersebut.
Penggunaan
Warna Putih, Coklat Tua, Cokelat Muda, Cream dan Dark Brown.
Warna yang digunakan antara
lain adalah warna alami seperti warna kayu yaitu coklat dan turunannya, warna
kuning keemasan, warna hitam, dan warna putih.
Aplikasi pencahayaan pada
interior adalah pencahayaan tidak langsung seperti hidden lamp yang dipasang di
plafon maupun di lantai.
Furnitur yang
digunakan adalah yang mempunyai bentuk geometris dan lengkungan dengan sudut
yang lebar, tidak bulky, dan menggunakan warna netral dengan frame metal atau
kayu yang mempunyai diameter kecil Penggunaan finishing
dengan warna emas dan material logam juga dapat menambah kesan luxury pada
ruangan.
Elemen estetis yang digunakan berupa artwork yang
digantung, dijadikan chandelier,
patung, maupun lukisan yang dipasang di dinding. Dikarenakan ruangan yang
didesain adalah ruangan dengan skala besar, maka ukuran artwork diharuskan
besar juga namun tidak boleh terkesan raksasa dan menghabiskan banyak tempat.